Tag Archives: Malcolm Gladwell

What the Dog Saw

What the Dog Saw

(http://books.google.com)

Malcolm Gladwell sure picked the right title for this book. It’s intriguing and it’s not lying. It really describes the whole point of the book. In this book, Gladwell shares his favorite articles published in The New Yorker. They tell stories vary from the innovation of ketchup to recognizing geniuses and criminals. The stories written as results of other’s perspective and knowledge that common people usually neglect to find out.

The title of this book is taken from one of the stories about Cesar Millan, known as the Dog Whisperer in his reality TV show. Well, obviously, it doesn’t literally tell the story from the dog’s point of view. That would make a next-to-impossible interview session for Gladwell. *grin* I think the story goes into the theme because of Cesar Millan’s natural gift as a dog behavioral expert. He didn’t attend a formal education. His relationship with his ‘patients’ is developed through his long years of befriend with them. That’s why his personal methods, his gestures and facial expressions towards the dogs are genuinely interesting and worth revealing.

Gladwell also reveals human behavior a few times in this books. They are compiled under a chapter called “Personality, Character, and Intelligence”. Well, human mind and personality is one of my favorite subjects. So, these stories got my attention the most. They raise questions and thoughts about the correct procedures on job interviews, the young achiever and late bloomer, and overrated smart people in a company.

And one of the story makes me wonder (more) about the TV serial Criminal Minds. Are those criminal profiler for true? Do they really have the knowledge or instinct in profiling an unsub (unknown subject) based on his or her mere actions? How important are their role in FBI, really? For those who are also Criminal Minds fan like myself, this article will make you think.

One last recap from me. My favorite article from this book is about plagiarism. Hoping to own a published piece myself someday, this story reminds me of a saying “There’s nothing new under the sun”. I hope I quoted that correctly. Furthermore, Gladwell takes us to hear from some of the people involve in this plagiarism. The victim, the suspect, the expert. An author, a dramatist, a composer, and a jurnalist–Gladwell himself.

I saw what I saw. You saw what you saw. And the dog saw what it saw. It’s a matter of other minds.

 

Blink!

Blink!

A book by Malcolm Gladwell.

Awal pengen beli buku ini sebenarnya ga penting banget. Cuma gara-gara buku ini ‘dibeli’ oleh seorang Mariana Renata dalam film pendek produksi Lux.. Huaha..see..?

Tapi waktu kebetulan punya kesempatan mengintip isi (halaman pertama) buku ini pas ngaso di sepojok coffeeshop di bilangan Kuningan yang menyediakan taman bacaan, I thought it’s an interesting book worth to buy.

Berhubung aku tertarik skali dengan ‘the power of human mind’ related topic..

Buku ini mengungkap satu lagi sisi ketajaman dan kekayaan pikiran manusia. Gladwell mempopulerkan parameter baru dalam perhitungan kecerdasan manusia, setelah IQ dan EQ yang sempet booming beberapa taun lalu, yaitu snap judgment. Memang mereka tidak bisa diletakkan dalam satu persamaan matematis, tapi justru itulah yang menunjukkan betapa luas dan korelatifnya alam pikiran sadar dan bawah sadar manusia.

Pada intinya, snap judgment secara khusus akan dimiliki oleh ‘pakar’ dalam hal tertentu, yang karena pengalaman sekian lama dengan penghayatan tertentu, menjadi terlatih dalam mengolah informasi sesedikit mungkin (thin slicing) dalam menganalisis, mengenali, maupun memutuskan sesuatu.
Dalam hal inilah, snap judgment berseberangan ruang dengan Intelligence Quotient. Karena snap judgment diambil oleh pikiran bawah sadar manusia, diolah melalui data internal kita dalam suatu ruangan tertutup dimana kita tidak mampu menjelaskan dan menjabarkan prosesnya.

Dalam beberapa kasus, kita bahkan tidak menyadari telah mengambil snap judgment. Mungkin hanya tangan kita yang tiba-tiba berkeringat saat memegang suatu benda yang mungkin berbahaya, atau perasaan hangat yang mengalir ke dada saat bertemu calon pasangan kita untuk pertama kali.
Kebanyakan orang yang tidak mampu mendeskripsikan pola pikir mereka dalam hal ini, menyebutnya ‘feeling’, ‘insting’, ‘firasat’.
Gladwell merunutkan proses ajaib ini dengan baik sekali dalam BLINK.

Dan yang membuatnya tidak terbaca seperti textbook adalah pemaparan contoh kasus-kasusnya yang memuat wide variety of disciplines.

Mulai dari pengenalan barang seni palsu oleh para pakar yang hanya membutuhkan waktu 2 detik, tanpa mereka sadari, sampai pengambilan keputusan intuitif dalam sebuah simulasi perang yang berhasil mengalahkan strategi dengan analisis canggih tim lawan.

Beberapa kasus menunjukkan pada kita bahwa penelitian dan uji data yang berlebihan seringkali malah mengaburkan kita dari kebenaran, karena kita kurang tau pasti faktor apa yang terpenting sementara fakta-fakta tidak penting lainnya dapat berakibat pada kesalahan. Sementara dari pengalaman, penghayatan dan rapid cognition, kita punya database dalam pikiran bawah sadar yang memberi kita jawaban melalui jalur lain.

On the other hand, Gladwell juga memperlihatkan bahwa kita seringkali membuat snap judgment yang salah, karena banyaknya pemahaman umum dan teori di masyarakat yang sudah telanjur melekat di pikiran kita, terlepas dari benar-tidaknya asumsi tersebut.

Judgment itulah yang berperan dalam pemilihan presiden AS tahun 1921. AS kemudian memiliki seorang presiden yang ‘terpahat’ sempurna di mata rakyatnya, namun sebenarnya tidak berkompeten menjadi presiden. Warren Harding error.

Buku ini menyajikan sisi-sisi baik dan buruk dari snap judgment yang kita buat sehari-hari. Idenya sangat menarik dan mind enriching. Selain itu, kisah-kisahnya informatif dan variatif skali! Kaya didongengin..

Kesemuanya membuktikan betapa ‘besar’ pemikiran dan keputusan-keputusan kecil yang kita buat tiap harinya berdasarkan snap judgment itu. Ga selalu krusial, tapi seringkali berpengaruh pada tindakan dan langkah kita yang lebih besar selanjutnya, dan dapat membawa dampak pada aspek hidup orang lain di sekitar kita.