Tag Archives: Beatles

Tune in to a Song

Tune in to a Song

Saya menyukai lagu ‘Starlight’ dari Muse, cukup dengan mendengarkan musiknya saja. Bahkan sejak mulai intro. Like it, with big ‘L’.

Hal ini pasti sering terjadi pada kebanyakan orang. Irama yang enak, beat yang catchy, sudah pasti menawan pendengar dari awal lagu, tak perlu menyelami makna lagu lebih lanjut. I think Muse had sold ‘Starlight’ at the intro of the song. I think most of their fans wouldn’t even care if the song was about goldfish in a bowl.

But, fortunately and brilliantly, Matt Bellamy also hit us with an elegant song title and a simple-gracefully sung lyrics.

Kenapa tiba-tiba saya seolah mempromosikan lagu Starlight ini? Sebenarnya ini cuma gara-gara semalam saya menyaksikan rekaman live concert Muse di Jerman tahun lalu. Saya jadi berkesempatan kembali memperhatikan lagu tersebut, kali ini beserta liriknya. Setelah saya dengarkan song line-up-nya, kekuatan Muse memang ada pada aransemen musiknya yang unik dan kreatif. Kita mungkin cenderung terlambat menelaah lirik yang dinyanyikan. Terutama karena kendala bahasa, tentu saja.

Nah… Kejadian semalam membuat saya teringat pada lagu Yesterday milik Sir Paul. Kebetulan akhir pekan kemarin saya membaca buku tentang sejarah penulisan lagu-lagu the Beatles.

Yesterday merupakan salah satu lagu Beatles favorit saya. Dan bukan karena intro catchy dan musik atrakfif seperti gubahan Muse. Paul McCartney menggarap lagu itu hanya dengan piano, tanpa efek suara lain.

Yang menjadi kekuatannya, dan yang pertama menculik hati saya adalah lirik lagu tersebut. Bukan lagu yang terlalu puitis. Kata-katanya sederhana dan merupakan konsep terbuka tentang kenangan masa lalu yang bebas ditafsirkan.

Ternyata, Paul pertama kali menciptakan lagu tersebut tanpa lirik. Ide musik langsung muncul di kepalanya suatu pagi, dan ia langsung menyelesaikan satu aransemen penuh pagi itu juga.

Bisa kah kalian bayangkan lagu tersebut berjudul Scrambled Eggs alih-alih Yesterday? It’s true guys… Itu judul yang pertama kali dicetuskan Paul McCartney. Tidak heran, melihat kelakuan keempat personil the Beatles yang seringkali ajaib itu.

My point is… Wow, how fascinating it is to learn about the journey in a song. I don’t know anything about song composing, but I appreciate the history in them.
There is a song for every you and me.

Commemorating John Lennon

Commemorating John Lennon

Dunia sedang memperingati 25 tahun tewasnya musikus jenius pengusung perdamaian, John Lennon, 8 Desember 1980. Lennon tewas tertembak oleh Mark David Chapman saat sedang berjalan bersama istrinya, Yoko Ono di sekitar apartemennya di Dakota.

John Lennon adalah legenda musik dunia, yang pada tahun-tahun gemilang karirnya bersama The Beatles, telah menciptakan berpuluh-puluh tembang hits di seluruh dunia. Lirik lagu yang lugas dan irama rock n roll dalam lagu-lagu mereka bahkan tetap membahana sampai sekarang.

John Lennon adalah pribadi yang unik. Dia adalah roh The Beatles, dan bersama McCartney adalah duo yang menghidupkan band tersebut. Lennon adalah sosok yang terbuka, lugas, lucu dan sekaligus sinis dalam band tersebut.

Di akhir karir solonya, Lennon yang sangat peduli terhadap perdamaian dan menentang perang serta pembunuhan, rajin menyuarakan kepeduliaannya lewat lagu-lagu yang diciptakannya. Salah satu lagunya yang menjadi anthem of peace adalah “Give Peace a Chance” yang diciptakan dan direkam pada saat aksi Bed-In – mengkampanyekan perdamaian melalui tempat tidur.

Lagu yang simpel dan catchy tersebut terus menjadi ikon untuk menyuarakan kepedulian pada tragedi kemanusiaan, dan telah direkam ulang beberapa kali. Termasuk untuk memperingati tragedi WTC 11 September lalu.

..all we are saying..is give peace a chance..